Friday, November 27, 2009

ayat jatihah

19) Al-Quran ini menjadi panduan-panduan yang membuka mata hati manusia dan menjadi hidayat petunjuk serta membawa rahmat bagi kaum yang meyakini (kebenarannya). (20) Patutkah orang-orang yang melakukan kejahatan menyangka bahawa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan beramal soleh, dengan menyamakan keadaan (mereka semua) semasa mereka hidup dan semasa mereka mati? Buruk sungguh apa yang mereka hukumkan itu. (21) Dan (ingatlah), Allah menciptakan langit dan bumi dengan cara yang sungguh layak dan berhikmat (untuk membuktikan keesaanNya dan keadilanNya) dan supaya tiap-tiap diri diberi balasan dengan apa yang mereka telah kerjakan

Thursday, November 26, 2009

Al-Hadid surah 57

Segala yang ada di langit dan di bumi tetap mengucap tasbih kepada Allah dan Dialah Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana. (1) Dialah sahaja yang menguasai dan memiliki langit dan bumi; Dia menghidupkan dan mematikan dan Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu. (2) Dialah Yang Awal dan Yang Akhir dan Yang Zahir serta Yang Batin dan Dialah Yang Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu. (3) Dialah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy; Dia Mengetahui apa yang masuk ke bumi serta apa yang keluar daripadanya dan apa yang diturunkan dari langit serta apa yang naik padanya dan Dia tetap bersama-sama kamu di mana sahaja kamu berada dan Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan. (4) Dialah sahaja yang menguasai dan memiliki langit dan bumi dan kepada Allah jualah dikembalikan segala urusan. (5) Dialah yang memasukkan waktu malam ke dalam waktu siang dan memasukkan waktu siang ke dalam waktu malam (silih berganti) dan Dialah Yang Maha Mengetahui akan segala (isi hati) yang terkandung di dalam dada. (6) Berimanlah kamu kepada Allah dan RasulNya dan belanjakanlah (pada jalan kebajikan) sebahagian dari harta benda (pemberian Allah) yang dijadikannya kamu menguasainya sebagai wakil. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu serta mereka membelanjakan (sebahagian dari harta itu pada jalan Allah); mereka tetap beroleh pahala yang besar. (7) Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah? Sedang Rasulullah mengajak kamu untuk beriman kepada Tuhan kamu dan Allah telah mengambil janji setia dari kamu (untuk beriman); jika kamu hendak beriman (maka telah jelaslah dalil-dalilnya). (8) Dialah yang menurunkan kepada hambaNya (Nabi Muhammad) keterangan-keterangan Al-Quran yang terang nyata, kerana Dia hendak mengeluarkan kamu dari gelap-gelita (kekufuran) kepada cahaya (iman) yang terang-benderang dan (ingatlah) sesungguhnya Allah Maha Belas, lagi Maha Mengasihani, terhadap kamu. (9) Dan mengapa kamu tidak membelanjakan harta benda kamu pada jalan Allah? Padahal Allah jualah yang mewarisi langit dan bumi (serta segala isinya). Tidaklah sama di antara kamu, orang-orang yang membelanjakan hartanya serta turut berperang sebelum kemenangan (Nabi menguasai Mekah). Mereka itu lebih besar darjatnya daripada orang-orang yang membelanjakan hartanya serta turut berperang sesudah itu dan tiap-tiap satu puak dari keduanya, Allah janjikan (balasan) yang sebaik-baiknya. Dan (ingatlah), Allah Maha Mendalam PengetahuanNya akan apa yang kamu kerjakan. (10) Siapakah orangnya yang mahu memberikan pinjaman kepada Allah, sebagai pinjaman yang baik (ikhlas) supaya Allah melipat-gandakan balasannya? Dan (selain itu) dia akan beroleh pahala yang besar! (11) (Ingatlah) ketika engkau melihat (pada hari kiamat): Orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, cahaya (iman dan amal soleh) mereka bergerak cepat di hadapan mereka dan di sebelah kanan mereka (semasa mereka berjalan, serta dikatakan kepada mereka): Berita yang menggembirakan kamu pada hari ini, (kamu akan beroleh) Syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, kekal kamu di dalamnya; yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. (12) (Ingatlah) semasa orang-orang munafik, lelaki dan perempuan (yang sedang meraba-raba dalam gelap-gelita pada hari kiamat), berkata kepada orang-orang yang beriman: Tunggulah kami, biarlah kami mengambil sedikit dari cahaya kamu. (Lalu) dikatakan (kepada mereka secara mengejek-ejek): Baliklah kamu ke belakang, kemudian carilah cahaya (di sana), serta diadakanlah di antara mereka (yang beriman dan yang munafik itu) sebuah tembok yang mempunyai pintu, di sebelah dalamnya mengandungi rahmat (Syurga dan nikmat) dan di sebelah luarnya, dari situ terdapat (Neraka) dan azab seksa. (13) (Pada saat itu) mereka (yang munafik) menyeru orang-orang yang beriman (sambil berkata): Bukankah kami bercampur gaul dengan kamu (di dunia dahulu)? Orang-orang yang beriman menjawab: Benar! Akan tetapi kamu telah membinasakan diri kamu (dengan perbuatan munafik) dan kamu telah menunggu-nunggu (kebinasaan umat Islam), dan kamu pula ragu-ragu (terhadap perkara-perkara agama) serta kamu diperdayakan oleh angan-angan kosong (untuk mencapai maksud kamu), sehinggalah datangnya (maut) yang ditetapkan oleh Allah (kepada kamu) dan (selain itu), kamu pula diperdayakan oleh bisikan Syaitan dengan (pengampunan) Allah (semata-mata dan melupakan azabNya). (14) Oleh itu, pada hari ini tidak diterima penebus diri dari kamu dan tidak juga dari orang-orang kafir. Tempat tinggal kamu ialah Neraka, Nerakalah sahaja penolong kamu dan itulah seburuk-buruk tempat kesudahan kamu! (15) Belum sampaikah lagi masanya bagi orang-orang yang beriman, untuk khusyuk hati mereka mematuhi peringatan dan pengajaran Allah serta mematuhi kebenaran (Al-Quran) yang diturunkan (kepada mereka)? Dan janganlah pula mereka menjadi seperti orang-orang yang telah diberikan Kitab sebelum mereka, setelah orang-orang itu melalui masa yang lanjut maka hati mereka menjadi keras dan banyak di antaranya orang-orang yang fasiq (derhaka). (16) Ketahuilah kamu, bahawa Allah menghidupkan bumi sesudah matinya; sesungguhnya Kami telah menjelaskan kepada kamu keterangan-keterangan dan bukti, supaya kamu memahaminya. (17) Sesungguhnya orang-orang lelaki yang bersedekah dan orang-orang perempuan yang bersedekah, serta mereka memberikan pinjaman kepada Allah, sebagai pinjaman yang baik (ikhlas), akan digandakan balasannya (dengan berganda-ganda banyaknya), dan mereka pula akan beroleh pahala yang mulia. (18) Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasulNya, merekalah pada sisi (hukum) Tuhan mereka, (orang-orang yang mempunyai kedudukan yang tinggi darjatnya) seperti orang-orang "Siddiqiin" dan orang-orang yang mati Syahid; mereka akan beroleh pahala dan cahaya orang-orang Siddiqiin dan orang-orang yang mati syahid itu dan (sebaliknya) orang yang kufur ingkar serta mendustakan ayat-ayat keterangan Kami, merekalah ahli Neraka. (19) Ketahuilah bahawa (yang dikatakan) kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah (bawaan hidup yang berupa semata-mata) permainan dan hiburan (yang melalaikan) serta perhiasan (yang mengurang), juga (bawaan hidup yang bertujuan) bermegah-megah di antara kamu (dengan kelebihan, kekuatan dan bangsa keturunan) serta berlumba-lumba membanyakkan harta benda dan anak pinak; (semuanya itu terhad waktunya) samalah seperti hujan yang (menumbuhkan tanaman yang menghijau subur) menjadikan penanamnya suka dan tertarik hati kepada kesuburannya, kemudian tanaman itu bergerak segar (ke suatu masa yang tertentu), selepas itu engkau melihatnya berupa kuning; Akhirnya ia menjadi hancur bersepai dan (hendaklah diketahui lagi, bahawa) di akhirat ada azab yang berat (di sediakan bagi golongan yang hanya mengutamakan kehidupan dunia itu) dan (ada pula) keampunan besar serta keredaan dari Allah (disediakan bagi orang-orang yang mengutamakan akhirat) dan (ingatlah, bahawa) kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan bagi orang-orang yang terpedaya. (20) Berlumba-lumbalah kamu (mengerjakan amal-amal yang baik) untuk mendapat keampunan dari Tuhan kamu dan mendapat Syurga yang bidangnya seluas segala langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasulNya; yang demikian ialah limpah kurnia Allah, diberikanNya kepada sesiapa yang dikehendakiNya; dan Allah sememangnya mempunyai limpah kurnia yang besar. (21) Tidak ada sesuatu kesusahan (atau bala bencana) yang ditimpakan di bumi dan tidak juga yang menimpa diri kamu, melainkan telah sedia ada di dalam Kitab (pengetahuan Kami) sebelum Kami menjadikannya; sesungguhnya mengadakan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (22) (Kamu diberitahu tentang itu) supaya kamu tidak bersedih hati akan apa yang telah luput daripada kamu dan tidak pula bergembira (secara sombong dan bangga) dengan apa yang diberikan kepada kamu dan (ingatlah), Allah tidak suka kepada tiap-tiap orang yang sombong takbur, lagi membanggakan diri. (23) Orang-orang yang bakhil dan menyuruh manusia supaya berlaku bakhil, (akan mendapat balasan yang menghina) dan sesiapa yang berpaling (dari mematuhi hukum Allah maka padahnya tertimpa atas dirinya sendiri), kerana sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Kaya, lagi Maha Terpuji. (24) Demi sesungguhnya! Kami telah mengutus Rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti dan mukjizat yang jelas nyata dan Kami telah menurunkan bersama-sama mereka Kitab Suci dan keterangan yang menjadi neraca keadilan, supaya manusia dapat menjalankan keadilan dan kami telah menciptakan besi dengan keadaannya mengandungi kekuatan yang handal serta berbagai faedah lagi bagi manusia. (Dijadikan besi dengan keadaan yang demikian, supaya manusia menggunakan faedah-faedah itu dalam kehidupan mereka sehari-hari) dan supaya ternyata pengetahuan Allah tentang orang yang (menggunakan kekuatan handalnya itu untuk) menegak dan mempertahankan agama Allah serta menolong Rasul-rasulNya, padahal balasan baiknya tidak kelihatan (kepadanya); sesungguhnya Allah Maha Kuat, lagi Maha Kuasa. (25) Dan demi sesungguhnya! Kami telah mengutus Nabi Nuh dan Nabi Ibrahim dan Kami jadikan pada keturunan keduanya orang-orang yang berpangkat Nabi dan menerima Kitab-kitab agama maka sebahagian di antara mereka: Orang yang beroleh hidayat petunjuk dan kebanyakan mereka orang-orang yang fasiq (derhaka). (26) Kemudian Kami iringi sesudah mereka: Rasul-rasul Kami silih berganti dan Kami iringi lagi dengan Nabi Isa Ibni Mariam, serta Kami berikan kepadanya: Kitab Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutnya perasaan belas kasihan (sesama sendiri) dan (perbuatan mereka beribadat secara) "Rahbaniyyah" merekalah sahaja yang mengadakan dan merekanya; Kami tidak mewajibkannya atas mereka; (mereka berbuat demikian) kerana mencari keredaan Allah; dalam pada itu mereka tidak menjaga dan memeliharanya menurut yang sewajibnya. Oleh itu, orang-orang yang beriman (kepada Nabi Muhammad) di antara mereka, kami berikan pahalanya dan (sebaliknya) banyak di antara mereka yang fasiq (derhaka). (27) Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan tetaplah beriman kepada RasulNya (Muhammad), supaya Allah memberi kepada kamu dua bahagian dari rahmatNya dan menjadikan bagi kamu cahaya untuk kamu berjalan dengannya (pada hari kiamat kelak), serta diampunkannya dosa kamu dan (ingatlah), Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani. (28) (Ditetapkan pemberian yang demikian kepada kamu) supaya golongan ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani yang menentang Islam) mengetahui, bahawa sesungguhnya mereka tidak mempunyai sebarang kuasa untuk mendapat (atau menyekat) sesuatu dari limpah kurnia Allah dan bahawa sesungguhnya limpah kurnia itu terletak dalam kekuasaan Allah, diberikanNya kepada sesiapa yang dikehendakiNya dan (ingatlah), Allah jualah yang mempunyai limpah kurnia yang besar. / (29)

Al-Ankaboot surah 29

Alif, Laam, Miim. (1) Patutkah manusia menyangka bahawa mereka akan dibiarkan dengan hanya berkata: Kami beriman, sedang mereka tidak diuji (dengan sesuatu cubaan)? (2) Dan demi sesungguhnya! Kami telah menguji orang-orang yang terdahulu daripada mereka, maka (dengan ujian yang demikian), nyata apa yang diketahui Allah tentang orang-orang yang sebenar-benarnya beriman dan nyata pula apa yang diketahuiNya tentang orang-orang yang berdusta. (3) Bahkan patutkah orang-orang yang melakukan kejahatan menyangka bahawa mereka akan terlepas dari azab Kami? Amatlah buruk apa yang mereka hukumkan itu. (4) Sesiapa yang percaya akan pertemuannya dengan Allah (untuk menerima balasan), maka sesungguhnya masa yang telah ditetapkan oleh Allah itu akan tiba (dengan tidak syak lagi) dan Allah jualah Yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui. (5) Dan sesiapa yang berjuang (menegakkan Islam) maka sesungguhnya dia hanyalah berjuang untuk kebaikan dirinya sendiri; sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak berhajatkan sesuatupun) daripada sekalian makhluk. (6) Dan orang-orang yang beriman serta beramal soleh sesungguhnya Kami akan hapuskan dari mereka kesalahan-kesalahan mereka dan Kami akan membalas apa yang mereka telah kerjakan dengan sebaik-baik balasan. (7) Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya dan jika mereka berdua mendesakmu supaya engkau mempersekutukan Daku (dalam ibadatmu) dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai pengetahuan mengenainya, maka janganlah engkau taat kepada mereka. Kepada Akulah tempat kembali kamu semuanya, kemudian Aku akan menerangkan kepada kamu segala yang kamu telah kerjakan. (8) Dan orang-orang yang beriman serta beramal soleh, sudah tentu Kami akan masukkan mereka dalam kumpulan orang-orang yang soleh (dengan mendapat sebaik-baik balasan). (9) Dan ada sebahagian dari manusia yang berkata: Kami beriman kepada Allah; kemudian apabila dia diganggu dan disakiti pada jalan Allah, dia jadikan gangguan manusia itu seperti azab seksa Allah (lalu dia taatkan manusia) dan jika datang pertolongan dari Tuhanmu memberi kemenangan kepadamu, mereka sudah tentu akan berkata: Kami adalah sentiasa bersama-sama kamu. (Mengapa mereka berdusta?) Bukankah Allah lebih mengetahui akan apa yang terpendam dalam hati sekalian makhluk? (10) Dan sesungguhnya Allah mengetahui akan orang-orang yang beriman dan sesungguhnya Dia mengetahui akan orang-orang yang munafik. (11) Dan berkata pula orang-orang yang kufur ingkar kepada orang-orang yang beriman: Ikutlah jalan agama kami dan kami sedia menanggung kesalahan-kesalahan kamu (kalau kamu mengira perbuatan itu salah). Padahal mereka tidak akan dapat menanggung kesalahan orang-orang yang bersalah itu sedikitpun dan sesungguhnya mereka adalah berdusta. (12) Dan sesungguhnya mereka akan menanggung beban-beban dosa mereka dan beban-beban (dosa orang-orang yang mereka sesatkan) bersama-sama dengan beban-beban dosa mereka sendiri dan sesungguhnya mereka akan ditanya pada hari kiamat kelak tentang apa yang mereka pernah ada-adakan secara dusta itu. (13) Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nabi Nuh kepada kaumnya, maka tinggallah dia dalam kalangan mereka selama sembilan ratus lima puluh tahun; akhirnya mereka dibinasakan oleh taufan sedang mereka berkeadaan zalim (dengan kufur derhaka). (14) Maka dengan itu Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya yang turut bersama dalam bahtera dan Kami jadikan bahtera itu satu tanda (yang membuktikan kekuasaan Kami dan memberi pengajaran insaf) kepada sekalian makhluk. (15) Dan (sebutkanlah peristiwa) Nabi Ibrahim, ketika dia berkata kepada kaumnya: Sembahlah kamu akan Allah dan bertakwalah kepadaNya; yang demikian itu adalah baik bagi kamu jika kamu tahu (membezakan yang baik dari yang buruk). (16) Kamu hanyalah menyembah berhala-berhala yang diperbuat oleh orang, tidak menyembah Allah Yang Mencipta segala-galanya dan kamu hanya mengadakan penyembahan yang dusta. Sesungguhnya mereka yang kamu sembah yang lain dari Allah itu, tidak berkuasa memberi rezeki kepada kamu; oleh itu carilah rezeki dari sisi Allah, dan sembahlah akan Dia, serta bersyukurlah kepadaNya; (ingatlah), kepada Allah jualah kamu akan dikembalikan. (17) Dan jika kamu terus-menerus mendustakan (ajaran agama Allah yang aku sampaikan kepada kamu), maka sesungguhnya umat-umat yang sebelum kamu telah juga mendustakan (Rasul-rasulnya) dan (ingatlah) tugas Rasul hanya menyampaikan dengan penjelasan yang terang nyata. (18) Tidakkah mereka melihat dan memikirkan bagaimana Allah mencipta makhluk-makhluk pada mulanya, kemudian Dia akan mengembalikannya (hidup semula sesudah matinya)? Sesungguhnya yang demikian itu amatlah mudah bagi Allah. (19) Katakanlah: Mengembaralah kamu di muka bumi, serta lihatlah bagaimana Allah telah memulakan ciptaan makhluk-makhluk dari asal jadinya; kemudian Allah akan memulakan ciptaan itu semula (pada hari akhirat) dalam bentuk kejadian yang baru. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu. (20) Dia menyeksa sesiapa yang dikehendakiNya (iaitu orang-orang yang ingkar) dan Dia juga yang memberi rahmat kepada sesiapa yang dikehendakiNya (iaitu orang-orang yang beriman) dan kepadaNyalah kamu semua akan dikembalikan (untuk menerima balasan). (21) Dan kamu tidak akan dapat melepaskan diri (dari kekuasaan Allah) di bumi dan tidak juga di langit (sekalipun) dan kamu tidak akan mendapat sebarang pelindung dan penolong yang lain dari Allah. (22) Dan orang-orang yang kufur ingkar akan ayat-ayat keterangan Allah dan pertemuan denganNya, mereka tetaplah akan menjadi orang-orang yang putus asa dari rahmatKu; dan mereka pula akan beroleh azab seksa yang tidak terperi sakitnya. (23) Kemudian, seruan Nabi Ibrahim tidak dijawab oleh kaumnya melainkan dengan kata-kata (tentangan yang keras): Bunuhlah dia atau bakarlah dia. Maka Allah selamatkan Nabi Ibrahim dari api (yang disediakan oleh kaumnya). Sesungguhnya peristiwa yang demikian, mengandungi tanda-tanda (yang membuktikan kekuasaan Allah) bagi kaum yang (mahu) beriman. (24) Dan Nabi Ibrahim berkata pula (kepada kaumnya): Perbuatan kamu menyembah berbagai berhala, tidak menyembah Allah itu, hanyalah kerana menjaga hubungan kasih mesra di antara kamu masing-masing dalam kehidupan dunia ini; kemudian pada hari kiamat kelak setengah kamu akan membantah setengahnya yang lain dan setengah kamu pula akan melaknatkan setengahnya yang lain dan (kesudahannya) tempat kembali kamu ialah Neraka dan kamu tidak akan beroleh sesiapapun yang dapat memberikan pertolongan. (25) Setelah itu Lut beriman kepadanya dan Nabi Ibrahim pun berkata: Aku hendak berhijrah kepada TuhanKu, sesungguhnya Dialah jua Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana. (26) Dan Kami kurniakan kepadanya: Ishak (anaknya) dan Yaakub (cucunya) dan Kami jadikan dalam kalangan keturunannya orang-orang yang berpangkat Nabi dan menerima Kitab-kitab agama dan Kami berikan balasannya yang baik di dunia dan sesungguhnya adalah ia, pada hari akhirat, dari orang-orang yang soleh. (27) Dan (ingatkanlah peristiwa) Nabi Lut ketika dia berkata kepada kaumnya: Sesungguhnya kamu melakukan perbuatan yang keji, yang tidak pernah dilakukan oleh seorangpun dari penduduk alam ini sebelum kamu. (28) Patutkah kamu mendatangi orang lelaki (untuk memuaskan nafsu syahwat kamu)? Dan kamu memotong jalan lalu-lalang (untuk tujuan jahat kamu)? Dan kamu pula melakukan perbuatan yang mungkar di tempat-tempat perhimpunan kamu? Maka kaumnya tidak menjawab selain daripada berkata (secara mengejek-ejek): Datangkanlah kepada kami azab dari Allah (yang engkau janjikan itu) jika betul engkau dari orang-orang yang benar. (29) Nabi Lut berdoa dengan berkata: Wahai Tuhanku, tolonglah daku terhadap kaum yang melakukan kerosakan (menderhaka). (30) Dan ketika datang (malaikat) utusan kami kepada Nabi Ibrahim dengan membawa berita yang menggembirakan, mereka berkata: Sebenarnya kami hendak membinasakan penduduk bandar ini, sesungguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zalim. (31) Nabi Ibrahim berkata: Sebenarnya Lut ada di bandar itu. Mereka menjawab: Kami mengetahui akan orang-orang yang tinggal di situ. Sesungguhnya kami akan menyelamatkan dia dan keluarganya (serta pengikut-pengikutnya) kecuali isterinya, dia adalah dari orang-orang yang dibinasakan. (32) Dan ketika datang utusan-utusan Kami kepada Nabi Lut, dia merasa dukacita dengan kedatangan mereka dan merasa tidak terdaya untuk mengawal mereka (dari gangguan kaumnya) dan (setelah melihatkan halnya yang demikian), utusan-utusan itu berkata: Janganlah engkau takut dan janganlah berdukacita, sesungguhnya kami akan menyelamatkanmu dan keluargamu (serta pengikut-pengikutmu) kecuali isterimu, dia adalah dari orang-orang yang dibinasakan. (33) Sesungguhnya kami (diutuskan) untuk menurunkan atas penduduk bandar ini azab dari langit, disebabkan mereka melakukan kejahatan (kufur dan maksiat). (34) Dan demi sesungguhnya, Kami telah (binasakan bandar itu dan telah) tinggalkan bekas-bekasnya sebagai satu tanda (yang mendatangkan iktibar) bagi orang-orang yang mahu memahaminya. (35) Dan (Kami utuskan) kepada penduduk Madyan saudara mereka: Nabi Syuaib; lalu dia berkata: Wahai kaumku, sembahlah kamu akan Allah dan kerjakanlah amal soleh dengan mengharapkan pahala akhirat dan janganlah kamu melakukan kerosakan di bumi. (36) Maka mereka mendustakannya, lalu mereka dibinasakan oleh gempa bumi, serta menjadilah mereka mayat-mayat yang tersungkur di tempat tinggal masing-masing. (37) Dan (ingatkanlah peristiwa kebinasaan) Aad (kaum Nabi Hud) dan Thamud (kaum Nabi Soleh) dan telahpun ternyata kepada kamu sebahagian dari bekas-bekas tempat kediaman mereka dan (kebinasaan mereka yang demikian ialah disebabkan) Syaitan memperelokkan pada pandangan mereka: Amal-amal mereka (yang jahat itu), lalu dia menghalangi mereka dari jalan Allah; padahal mereka orang-orang yang bijak pandai dan berakal (yang dapat membezakan yang benar dan yang salah). (38) Dan (ingatkanlah juga peristiwa kebinasaan) Qarun dan Firaun serta Haman. Dan demi sesungguhnya Nabi Musa telah datang kepada mereka membawa keterangan-keterangan (mukjizat) yang jelas nyata, lalu mereka berlaku sombong takbur di bumi (mendustakannya), padahal mereka tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah). (39) Maka masing-masing Kami binasakan dengan sebab dosanya, iaitu di antaranya ada yang Kami hantarkan angin ribut menghujaninya dengan batu dan ada yang dibinasakan dengan letusan suara yang menggempakan bumi dan ada yang Kami timbuskan dia di bumi dan ada pula yang Kami tenggelamkan di laut dan (ingatlah) Allah tidak sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri sendiri. (40) Misal bandingan orang-orang yang menjadikan benda-benda yang lain dari Allah sebagai pelindung-pelindung (yang diharapkan pertolongannya) adalah seperti labah-labah yang membuat sarang (untuk menjadi tempat perlindungannya); padahal sesungguhnya sarang-sarang yang paling reput ialah sarang labah-labah, kalaulah mereka orang-orang yang berpengetahuan. (41) Sesungguhnya Allah mengetahui (kepalsuan) apa jua yang mereka sembah yang lain daripadaNya dan Allah jualah Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana. (42) Dan misal-misal perbandingan yang demikian itu Kami kemukakan kepada umat manusia, dan hanya orang-orang yang berilmu yang dapat memahaminya. (43) Allah mencipta langit dan bumi dengan cara yang layak dan berhikmat; sesungguhnya yang demikian itu mengandungi satu tanda (yang membuktikan kebijaksanaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. (44) Bacalah serta ikutlah (wahai Muhammad) akan apa yang diwahyukan kepadamu dari Al-Quran dan dirikanlah sembahyang (dengan tekun); sesungguhnya sembahyang itu mencegah dari perbuatan yang keji dan mungkar dan sesungguhnya mengingati Allah adalah lebih besar (faedahnya dan kesannya) dan (ingatlah) Allah mengetahui akan apa yang kamu kerjakan. (45) Dan janganlah kamu berbahas dengan Ahli Kitab melainkan dengan cara yang lebih baik, kecuali orang-orang yang berlaku zalim di antara mereka dan katakanlah (kepada mereka): Kami beriman kepada (Al-Quran) yang diturunkan kepada kami dan kepada (Taurat dan Injil) yang diturunkan kepada kamu dan Tuhan kami, juga Tuhan kamu, adalah Satu dan kepadaNyalah, kami patuh dengan berserah diri. (46) Dan (sebagaimana Kami telah menurunkan Kitab-kitab agama kepada Rasul-rasul yang telah lalu) demikianlah Kami turunkan pula kepadamu (wahai Muhammad) Kitab Al-Quran ini. Maka orang-orang yang Kami berikan Kitab (Taurat dan Injil) ada yang beriman kepada Al-Quran dan juga sebahagian dari orang-orang (Mekah) beriman kepadanya dan tiadalah yang mengingkari ayat-ayat keterangan Kami melainkan orang-orang yang berdegil dalam kekufurannya. (47) Dan engkau (wahai Muhammad) tidak pernah tahu membaca sesebuah kitab pun sebelum turunnya Al-Quran ini dan tidak pula tahu menulisnya dengan tangan kananmu; (kalaulah engkau dahulu pandai membaca dan menulis) tentulah ada alasan bagi orang-orang kafir yang menentangmu akan merasa ragu-ragu (tentang kebenaranmu). (48) (Al-Quran tetap datangnya dari Allah dengan tidak syak lagi) bahkan ia ayat-ayat keterangan yang jelas nyata, yang terpelihara di dalam dada orang-orang yang berilmu dan tiadalah yang mengingkari ayat-ayat keterangan Kami melainkan orang-orang yang zalim. (49) Dan mereka berkata: Mengapa tidak diturunkan kepada (Muhammad) mukjizat-mukjizat dari Tuhannya? Jawablah (wahai Muhammad): Sesungguhnya (urusan menurunkan) mukjizat-mukjizat itu adalah tertentu bagi Allah dan aku hanyalah seorang Rasul pemberi amaran yang jelas nyata. (50) (Patutkah mereka meminta mukjizat-mukjizat yang lain?) tidakkah cukup bagi mereka bahawa Kami telah menurunkan kepadamu Al-Quran yang dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya Al-Quran yang diturunkan itu mengandungi rahmat dan peringatan bagi orang-orang yang beriman. (51) Katakanlah (wahai Muhammad): Cukuplah Allah menjadi saksi (yang mengetahui perkara yang berbangkit) antaraku dengan kamu; Dia mengetahui segala yang ada di langit dan di bumi dan mereka yang percaya kepada perkara yang salah dan tidak percaya kepada Allah, mereka itulah orang-orang yang rugi. (52) Dan mereka meminta kepadamu menyegerakan kedatangan azab (yang dijanjikan); dan kalau tidaklah kerana adanya tempoh yang telah ditetapkan, tentulah azab itu akan datang menimpa mereka dan azab itu tetap akan datang menimpa mereka secara mengejut, sedang mereka tidak menyedarinya. (53) Mereka meminta kepadamu menyegerakan kedatangan azab itu, padahal sesungguhnya Neraka Jahanam tetap akan meliputi orang-orang yang kafir. (54) Pada hari azab itu menyelubungi mereka dari sebelah atas mereka dan dari bawah kaki mereka dan (malaikat yang melakukannya) akan berkata kepada mereka: Rasalah kamu (balasan) apa yang kamu telah kerjakan. (55) Wahai hamba-hambaKu yang beriman! Sesungguhnya bumiKu adalah luas (untuk kamu bebas beribadat); oleh itu, (di mana sahaja kamu dapat berbuat demikian) maka hendaklah kamu ikhlaskan ibadat kamu kepadaKu. (56) Tiap-tiap diri (sudah tetap) akan merasai mati, kemudian kamu akan dikembalikan kepada Kami (untuk menerima balasan). (57) Dan orang-orang yang beriman serta beramal soleh, Kami akan tempatkan mereka dalam mahligai-mahligai di Syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah balasan yang sebaik-baiknya bagi orang-orang yang beramal soleh; (58) (Iaitu) mereka yang sabar dan mereka pula berserah diri bulat-bulat kepada Tuhannya. (59) Dan (ingatlah) berapa banyak binatang yang tidak membawa rezekinya bersama, Allah jualah yang memberi rezeki kepadanya dan kepada kamu dan Dialah jua Yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui. (60) Dan sesungguhnya jika engkau (wahai Muhammad) bertanya kepada mereka (yang musyrik) itu: Siapakah yang menciptakan langit dan bumi dan yang memudahkan matahari dan bulan (untuk faedah makhluk-makhlukNya)? Sudah tentu mereka akan menjawab: Allah. Maka bagaimana mereka tergamak dipalingkan (oleh hawa nafsunya daripada mengakui keesaan Allah dan mematuhi perintahNya)? (61) Allah memewahkan rezeki bagi sesiapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya dan menyempitkan (rezeki itu) baginya; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu. (62) Dan sesungguhnya jika engkau (wahai Muhammad) bertanya kepada mereka (yang musyrik) itu: Siapakah yang menurunkan hujan dari langit, lalu Dia hidupkan dengannya tumbuh-tumbuhan di bumi sesudah matinya? Sudah tentu mereka akan menjawab: Allah. Ucapkanlah (wahai Muhammad): Alhamdulillah (sebagai bersyukur disebabkan pengakuan mereka yang demikian), bahkan kebanyakan mereka tidak memahami (hakikat tauhid dan pengertian syirik). (63) Dan (ingatlah bahawa) kehidupan dunia ini (meliputi segala kesenangan dan kemewahannya, jika dinilaikan dengan kehidupan akhirat) tidak lain hanyalah ibarat hiburan dan permainan dan sesungguhnya negeri akhirat itu ialah kehidupan yang sebenar-benarnya; kalaulah mereka mengetahui (hakikat ini tentulah mereka tidak akan melupakan hari akhirat). (64) Dalam pada itu, apabila mereka naik bahtera (lalu menemui sesuatu bahaya di laut), mereka memohon pertolongan kepada Allah dengan doa yang tulus ikhlas kepadaNya. Kemudian setelah Allah menyelamatkan mereka (naik) ke darat, mereka berlaku syirik kepadaNya. (65) (Akibat syirik itu) menjadilah mereka orang-orang yang kufurkan nikmat yang Kami telah berikan kepadanya dan (menjadi) orang-orang yang hanya dapat bersuka ria di dunia; kemudian mereka akan mengetahui kelak akibat buruk apa yang mereka lakukan. (66) Dan tidakkah mereka melihat dan memerhatikan bahawa Kami telah menjadikan (Mekah, negeri mereka) tanah suci yang dihormati, lagi aman; sedang orang-orang ramai yang tinggal (dalam daerah-daerah) di sekeliling mereka sentiasa diculik (untuk ditawan atau dibunuh) ? Oleh itu, patutkah mereka percaya kepada perkara yang salah dan kufur ingkar akan nikmat-nikmat Allah? (67) Dan tidaklah ada yang lebih zalim daripada orang yang mereka-reka perkara-perkara yang dusta terhadap Allah atau mendustakan kebenaran setelah kebenaran itu disampaikan kepadanya. Bukankah (telah diketahui bahawa) dalam Neraka Jahanam disediakan tempat tinggal bagi orang-orang yang kafir? (68) Dan orang-orang yang berusaha dengan bersungguh-sungguh kerana memenuhi kehendak agama Kami, sesungguhnya Kami akan memimpin mereka ke jalan-jalan Kami (yang menjadikan mereka bergembira serta beroleh keredaan) dan sesungguhnya (pertolongan dan bantuan) Allah adalah berserta orang-orang yang berusaha membaiki amalannya. (69)

Al-Balad surah 90

Aku bersumpah dengan negeri (Mekah) ini; (1) Sedang engkau (wahai Muhammad) tinggal di negeri ini (sentiasa ditindas), (2) Demi manusia yang melahirkan zuriat dan zuriat yang dilahirkannya; (3) Sesungguhnya Kami telah jadikan manusia sentiasa dalam keadaan menghadapi kesulitan dan kesukaran (jasmani dan rohaninya); (4) Patutkah manusia yang demikian keadaannya (terpedaya dengan kekuasaan yang ada padanya dan) menyangka bahawa tidak ada sesiapapun yang dapat mengatasi kekuasaannya (dan menyeksakannya)? (5) Manusia yang demikian keadaannya (tidaklah patut dia bermegah-megah dengan kekayaannya dan) berkata: Aku telah habiskan harta benda yang banyak (dalam usaha menegakkan nama dan bangsa). (6) Adakah dia menyangka bahawa tidak ada sesiapapun yang melihatnya (dan mengetahui tujuannya menghabiskan harta bendanya itu)? (7) (Mengapa manusia terpedaya dan bermegah-megah?) Tidakkah Kami telah menjadikan baginya: Dua mata (untuk dia memerhatikan kekuasaan dan kekayaan Kami?) (8) Dan lidah serta dua bibir (untuk dia menyempurnakan sebahagian besar dari hajat-hajatnya)? (9) Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan, (jalan kebaikan untuk dijalaninya, dan jalan kejahatan untuk dijauhi)? (10) Dalam pada itu manusia tidak (memilih jalan kebaikan) merempuh masuk mengerjakan amal-amal yang tinggi darjatnya di sisi Tuhan; (11) Dan apa jalannya engkau dapat mengetahui: Apa dia amal-amal yang tinggi darjatnya di sisi Tuhan itu? (12) (Di antara amal-amal itu bagi orang yang mampu) ialah: Memerdekakan hamba abdi; (13) Atau memberi makan pada hari kelaparan. (14) Kepada anak yatim dari kaum kerabat, (15) Atau kepada orang miskin yang terlantar di atas tanah. (16) Selain dari (tidak mengerjakan amal-amal) itu, dia (tidak pula) menjadi dari orang-orang yang beriman dan berpesan-pesan dengan sabar serta berpesan-pesan dengan kasih sayang. (17) (Ketahuilah! Bahawa orang-orang yang beriman serta berusaha mengerjakan amal-amal yang tinggi darjatnya di sisi Tuhan), merekalah golongan pihak kanan (yang akan beroleh Syurga). (18) Dan (sebaliknya) orang-orang yang kufur ingkar akan ayat-ayat keterangan Kami, merekalah golongan pihak kiri. (19) Mereka ditimpakan (azab seksa) Neraka yang ditutup rapat (supaya kuat bakarannya). / (20)

Tujuh Golongan Insan Contoh

Hadith :
Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya:” Sebilangan manusia yang dinaungi Allah di bawah naungan-Nya pada hari kiamat iaitu hari yang tidak ada sebarang naungan padanya selain daripada naungan Allah; di antaranya ialah: Pemerintah yang adil, pemuda yang hidupnya sentiasa dalam mengerjakan ibadah kepada tuhannya, orang yang hatinya sentiasa terikat dengan masjid, dua orang yang berkasih sayang kerana Allah di mana kedua-duanya berkumpul dan berpisah untuk mendapat keredaan Allah, orang yang dipujuk oleh perempuan yang kaya lagi rupawan untuk bersatu dengannya lalu ia menolak dengan berkata:” Aku takut kepada Allah!”, orang yang bersedekah secara bersembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberi oleh tangan kanannya, dan orang yang menyebut atau mengingat Allah dengan keadaan tidak ada dalam ingatannya perkara lain, lalu menitis air matanya kerana mengingatkan sifat Jalal dan sifat Jamal Allah.”

Riwayat Abu Daud dan Ibnu Majah
Huraian
Pengajaran hadis:
i) Terdapat tujuh golongan yang bakal mendapat naungan di hari akhirat kelak iaitu :
a) Pemerintah yang adil- Ini kerana tanggungjawab yang dipikul oleh pemerintah dalam melaksanakan keadilan itu adalah perkara yang amat berat dan bukanlah mudah bagi seorang pemimpin untuk melaksanakan keadilan terhadap semua rakyatnya. Sekiranya keadilan ini berjaya ditunaikan, ganjarannya adalah amat besar sekali. Namun jika gagal, dia menjadi pemerintah yang zalim dan azab menanti di akhirat kelak.
b) Pemuda yang hidupnya sentiasa dalam mengerjakan ibadah kepada tuhannya – Ini kerana sebaik-baik masa dan semahal-mahal harganya di dalam hidup seseorang manusia adalah ketika di alam remaja kerana di usia muda seseorang itu mendapat peluang yang banyak untuk menghadapi masa hadapannya, badannya sentiasa sihat, tenaganya kuat, pendengaran dan penglihatannya tajam dan sempurna. Bahkan di masa muda juga berbagai-bagai ujian dan godaan terpaksa ditempuhi. Maka beruntunglah pemuda yang berjaya melepasi rintangan-rintangan ini bahkan usia mudanya itu diisi dengan amal ibadat serta memberikan khidmat cemerlang kepada agama, masyarakat dan negara.
c) Orang yang hatinya sentiasa terikat dengan masjid
- Sesungguhnya terdapat hadis yang menyebutkan bahawa dua hayunan kaki yang melangkah ke masjid ganjarannya amat besar di sisi Allah S.W.T dan diketegorikan sebagai suatu sedekah. Maka apatah lagi bagi orang yang hatinya sentiasa terikat dengan masjid dan sentiasa mengunjunginya untuk beribadah, ganjarannya tentulah lebih besar lagi.
d) Dua orang yang berkasih sayang kerana Allah di mana kedua-duanya berkumpul dan berpisah untuk mendapat keredaan Allah
- Hubungan yang terjalin di atas dasar yang bercanggah dengan syariat sehingga melanggar batas-batas agama, adab kesopanan dan sebagainya adalah hubungan yang menjurus ke arah dosa dan maksiat. Seharusnya ikatan kasih sayang yang dijalinkan sesama manusia mestilah ikhlas kerana Allah agar perhubungan tersebut mendapat pahala, restu dan keberkatan daripada-Nya.
e) Orang yang dipujuk oleh perempuan yang kaya lagi rupawan untuk bersatu (berzina) dengannya lalu ia menolak dengan berkata:” Aku takut kepada Allah!”
- Ini menunjukkan tentang keimanan dan ketaqwaan yang sebenar telah berjaya menangkis segala bentuk godaan yang datang. Hal ini bukanlah mudah kerana tanpa kekuatan iman seseorang itu pasti akan mudah terpengaruh dengan bisikan nafsu dan akhirnya terjebak dalam perbuatan zina tanpa takut tentang dosanya.
f) Orang yang bersedekah secara bersembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberi oleh tangan kanannya
-Ia menggambarkan mengenai keikhlasan hati orang yang bersedekah. Sesungguhnya tidak ramai orang yang dapat menyembunyikan kebaikan yang dilakukannya melainkan akan terdapat jua perasaan riya’ dan ingin menunjuk-nunjuk supaya mendapatkan pujian atau sanjungan dari orang ramai atau sekurang-kurangnya ada orang yang mengetahui kebaikan yang dilakuknnya itu.
g) Orang yang menyebut atau mengingati Allah dengan keadaan tidak ada dalam ingatannya perkara lain, lalu menitis air matanya kerana mengingatkan sifat Jalal dan sifat Jamal Allah
- Inilah sifat muslim mukmin sejati yang mempunyai perasaan cintakan Allah dengan sepenuh hatinya. Dia sentiasa memikirkan dan menghayati tentang kejadian dan keagungan ciptaan Allah serta sifat-sifat-Nya yang Maha Agung. Oleh yang demikian hati, fikiran dan jiwanya terhindar daripada perkara-perkara yang melalaikan.

Menjalankan Pemerintahan Mengenai Urusan Umat Islam

Hadith :
Sabda Rasulullah s.a.w yang maksudnya:
“Sesiapa yang menjalankan pemerintahan mengenai urusan umat Islam tanpa menghiraukan kemiskinan,keperluan,kefakiran dan hajat mereka, nescaya Allah akan membiarkannya pada hari kiamat tanpa menghiraukan kemiskinannya, keperluannya, hajatnya dan kefakirannya.”

Huraian
i) Berdisiplin ketika bekerja merupakan kekuatan yang menggerak kepada kejayaan dan kemenangan.
Ii) Dalam melakukan urusan dengan orang ramai (masyarakat) perlulah dilakukan dengan adil dan menyesuaikan keutamaan tanpa ada perasaan pilih kasih dan sebagainya. Jika tidak akan berlakulah kezaliman dan penganiayaan terhadap orang lain.
iii) Oleh itu untuk mendapatkan ganjaran ibadah dalam setiap kerja yang dilakukan patuhilah peraturan dan arahan dengan baik serta melaksanakan sesuatu tugas dengan tertib dan beradab dengan menjaga tentang aspek pengurusan waktu yang telah ditetapkan. Dengan itu kita akan mendapat keredhaan Allah S.W.T dan mendapat ganjaran yang selayaknya di akhirat nanti.

Balasan Rahmat Daripada Allah

Hadith :
Nabi s.a.w bersabda: "Sesungguhnya orang yang lebih hampir kepadaku dari kalangan kamu pada hari kiamat pada setiap tempat yang aku berada padanya ialah orang yang lebih banyak selawatnya kepadaku di dunia…"

HuraianPengajaran hadith:
i)Terdapat banyak fadhilat berselawat yang di antara lainnya ialah:
a) Seseorang itu akan selalu berada bersama Rasulullah s.a.w di hari akhirat kelak.
b) Melepaskan seseorang itu daripada segala apa yang mendukacitakan dan yang membimbangkannya dari perkara-perkara dunia dan akhirat.
c) Beroleh syafaat yang khusus daripada Rasulullah s.a.w pada hari akhirat
d) Malaikat selalu berdoa untuknya selama ia berselawat kepada baginda.